Keyna menatap lekat wajah putra kecilnya, hingga pria itu menganggukan kepalanya tanda sebuah jawaban. Wanita itu harus memberi batasan, agar anaknya tidak dekat dengan sembarang orang lagi. Sebenarnya El tidak pernah dekat dengan siapa pun kecuali dirinya dan juga Edwin, tapi kenapa hari ini putranya justru sudah akrab dengan pria yang baru saja ditemuinya, atau mungkin ini yang dinamakan sebuah ikatan batin seorang ayah dan anak. “Apa yang ingin Mommy katakan?” tanya El sambil menampilkan wajah polosnya. “El, mulai sekarang jangan terlalu akrab dengan siapa pun, termasuk paman itu. Mommy tidak ingin hal buruk terjadi padamu, sayang. Apa El bisa mengerti?” Keyna merasa ragu dengan jawaban sang putra, karena saat ini El terlihat sangat ragu. “El?” Keyna menyadarkan anak kecil itu dari l

