Awalnya hanya obrolan ringan biasa yang sesekali diselingi canda tawa. Namun lama kelamaan berubah menjadi diskusi yang lumayan panas saat kami tiba di bandara. Dari Obrolan ringan berubah pembahasan menjadi kelanjutan hubungan kami. Haruskah kembali dilanjutkan atau direlakan. Obrolan itu terus berlanjut semakin memanas terlebih saat aku membahas tentang reaksi keluarga jika kami berniat melanjutkan hubungan ini ke tahap yang lebih serius lagi. Yaitu pernikahan. “Let me think ‘about it later” jawabnya sambil menggenggam tanganku. Aku menghembuskan nafas yang terdengar seperti putus asa dan membuat Joshua mengeratkan genggaman tangannya. “So what should I do?” Tanyanya sambil menatap mataku. “Honestly, I can’t see the future for us. Gue takut kalau ternyata kita terlalu memaksakan b

