22 BERTEMU

709 Words

BAB 22 BERTEMU "Aku ingin bertemu" Dewi menatap pesan yang masuk ke dalam ponselnya itu. Dia bahkan sudah akan menghapusnya saat dering ponselnya terdengar. Dengan malas Dewi akhirnya menjawab. "Apa? Mau apa lagi kamu? Udah final kan keputusan keluarga kita. Kenapa kamu membuat hidupku sulit?" Dia tidak peduli kalau ucapannya itu begitu keras. yang pasti dia tidak akan memaafkan pria yang meneleponnya itu. "Cean, aku mohon. Demi mami, kita berdamai. Kamu boleh marah kepadaku setelahnya. Tapi aku akan menjemputmu untuk bertemu dengan mami. Kita jenguk mami yang sedang sakit. Setidaknya perasaan bersalahku berkurang. Please.." Dewi memejamkan matanya mendengar itu semua. Kemarin Satya sepertinya terlihat menyembunyikan sesuatu tapi setuju untuk bertemu dengan ayahnya. Dan harusnya hari

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD