23 SANG PENOLONG

755 Words

"Aduh!" Dewi memegang kepalanya yang terasa pening. Matanya begitu berat untuk membuka. Lalu bau obat yang begitu menyengat membuat Dewi kembali memejamkan mata untuk sesaat. "Sayang," suara yang begitu lembut itu membuat Dewi kini membuka mata secara perlahan. Dan akhirnya pandangannya terlihat jelas. Ada bundanya yang langsung mengusap rambutnya dengan sayang. "Cean ada dimana bun?" Pertanyaannya itu diiringi dengan tatapan ke segala penjuru ruangan. Dia ada di rumah sakit, itu bisa disimpulkan saat ini setelah Dewi melihat semuanya. Sang bunda yang kini duduk di samping brankar tempatnya terbaring membuat Dewi teringat. Tadi dia sedang mengambil ponsel di dari dalam tas, dan tiba-tiba ada hantaman keras dan semuanya gelap. "Kamu hampir saja ditabrak mobil, tapi alhamdulilah ada yan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD