bab 28

1279 Words

Sejak Ashilla diajak keluar oleh Salsa sekitar dua menit lalu, yang gue lakukan adalah memandangi pil yang udah gue keluarin semua isinya di telapak tangan. Warna kuning dan putih. Otak gue terus mikir, jadi karena ini jagoan Fattan belum hadir. Demi Tuhan gue nggak pernah menjadikan anak sebagai tujuan dari menikah. Karena banyak dari mereka yang nggak dikaruniai anak tetapi masih bisa bertahan. Dan, satu-satunya alasan gue menikahi dia adalah pengin hidup bareng dia. Itu aja. Cuma, masalah anak ini entah kenapa gue rasanya pengin banget lihat perut dia buncit, dia ngidam, gue disusahin sama dia, bantu dia lahiran, bantu dia ngurus dan membesarkan bareng-bareng. Rasanya kayak klop banget kalau ada satu makhluk hidup hasil pernikahan gue dan dia. Tapi, kalau seandainya Tuhan nggak kasih i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD