Gue nggak bisa bersikap kayak dia yang dulu seolah mengatakan baik-baik aja di depan Bonyok. Gue melakukannya jelas di depan semua orang (lagian gue yakin Mama udah cerita sama Papa). Bikin Mama yang tiap lihat gue mukanya sendu, tiba-tiba meluk gue sambil bilang jangan lama-lama. Bokap yang cuma diam, nepuk pundak gue pelan selesai makan malam, sebelum dia pergi ke kamar. Menyisakan gue dan dia di meja makan. Dan, sebelum dia ngajak ngobrol, gue lebih dulu naik ke atas. Bukannya apa, gue cuma malu sama dia. Malu karena rasa percaya diri selama ini kalau cinta gue ke dia bisa bikin dia baik. Cinta gue bisa meyakinkan dia kalau dia sempurna. Nyatanya ini cuma permainan status. Dia cuma butuh gue sebagai suami sah, bukan pendamping hidup. Gue nggak se-worth it yang gue pikir selama ini. Ka

