bab 22

1657 Words

Gue senyum lebar banget sampai rasanya bibir gue nyentuh kuping kanan-kiri. Di sana (sekitar lima belas langkah kaki gue), di bibir pantai, ratu lagi berdiri tanpa alas kaki,  merentangkan kedua tangan sejajar di samping tubuh, rambutnya nggak dia kucir jadi kemana-mana ngikutin badannya yang berputar. Gue juga bisa lihat dengan jelas---karena kaca mata hitam udah gue lepas dan taruh di kepala---senyumnya semakin mengembang lebar. Sesekali dia menunduk, mendendang pasir dan teriak waktu air pantai nyapa kakinya. Senyum gue berubah jadi tawa kecil begitu dia juga mengubah putaran badannya menjadi lompatan-lompatan rendah. Mulutnya meneriakan nama gue beberapa kali lengkap ucapan terima kasih. Gila tuh cewek. Senangnya udah kayak gue bawa ke Maladewa. Padahal ini cuma Anyer. Pantai rakyat y

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD