39. Tiga Puluh Sembilan

1282 Words

“Loh, tapi kamu kan masih sakit, Sa. Ada baiknya istirahat aja, menginap di sini,” bujuk Papi. Nigi mengangguk antusias menyetujui usulan Papi. Apa pun, asal jangan dia dibiarkan pergi dan akhirnya hanya berdua saja dengan Saba. Berada di rumah lebih baik, setidaknya meski Saba menginap sekalipun dia bisa mengunci diri di kamar dan menghindari pemuda itu. Hatinya belum siap! Jantungnya belum siap berhadapan dengan Saba setelah apa yang hampir terjadi pada mereka. “Saya udah baik-baik aja kok, Om. Ini juga berkat Om. Jadi saya harap Om mengizinkan, saya akan bawa pulang Nigi sebelum jam 9 malam. Saya janji, Om.” Nigi sibuk menggeleng mengirimkan sinyal isyarat pada Papi yang kini mempertimbangkan ucapan Saba sambil menatapnya, lalu kembali mengarahkan pandangannya pada pemuda itu. “Mema

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD