Bab 6

1287 Words
Tepat pukul enam sore Bima dan Danu baru sampai di salah satu Restoran bergengsi daereh Jakarta. Bima dan Danu masih berada di dalam mobil karena mereka baru saja memarkirkan mobilnya. “Bagaimana penampilan saya, Nu?” tanya Bima setelah merapikan pakaiannya saat keduanya baru saja keluar dari mobil dan berdiri di samping mobilnya. Danu melihat Bima dari ujung kepala hingga ujung kaki yang terlihat rapi tanpa kekurangan apa pun di penampilannya saat ini. “Perfect..” jawab Danu sambil tersenyum kepada Bima. Bima pun tersenyum puas. “Oke kita masuk sekarang ya.” Ajak Bima sambil melangkahkan kakinya dari area parkir menuju lobi Restoran. Beberapa menit keduanya sampai di meja yang memang sudah di tunjukkan oleh seorang pelayan yang mengantar mereka dari pintu masuk tadi. Di sana sudah ada seorang model wanita terkenal yang sedang naik daun bernama Elsa Yanuar. Wanita itu tersenyum ke arah Bima dan Danu. “Hai, Pak Bima.” Sapa Wanita itu sambil berdiri dari tempat duduknya dan mendekatkan tubuhnya ke arah Bima seperti ingin memeluk laki- laki itu. Namun belum sampai wanita itu mendekat ke arah Bima, Danu sudah menghadang dengan tangannya. Danu tahu betul kalau Bima tak ingin seorang pun mendekatinya tanpa ijin. Begitulah pesona seorang Bima Aji Prakasa yang mampu membuat siapa pun ingin selalu lebih dekat dengan dirinya. “Maaf..” kata Elsa canggung dan ia kembali duduk ke tempatnya. Hal itu pun diikuti oleh Bima, kini keduanya duduk saling berhadapan. “Apakah kamu sudah pesan makanan?” tanya Bima yang membuka obrolan di antara keduanya. Elsa yang menunduk kini menatap Bima yang sedang tersenyum ke arahnya. “Belum.” Jawabnya sambil menggeleng pelan. Bima pun memanggil sang pelayan dan keduanya mulai memesan beberapa makanan dan minuman. Sambil menunggu makan dan minuman yang sedang di siapkan di dapur Bima memberikan sebuah kode. Danu yang mengerti pun langsung memberikan sebuah kantung belanja kepada Bima. Bima pun langsung memberikan kantung belanja itu kepada Elsa. “Ini buat kamu.” “Buat, aku?” tanya Elsa yang bingung mengapa Bima memberikannya sebuah kantung. Bima mengangguk dan kantung belanja itu di ambil oleh Elsa. Elsa pun langsung melirik ke dalam kantung belanja terlihat sebuah gaun mewah yang sedang tren saat ini dan itu pun edisi terbatas. Elsa menarik garis di wajahnya, wanita itu sangat senang dengan hadiah pemberian Bima. “Gimana? Kamu suka?” tanya Bima sambil tersenyum. “Aku suka banget, Pak Bima.” Kata Elsa dengan wajah sumringah. “Sudah berapa kali saya bilang panggil, Bima saja.” Kata Bima. “Iya Bima terima kasih banyak ya. Padahal ini gaun keluaran terbaru dan edisi terbatas.” Kata Elsa yang masih tenggelam dalam lautan kebahagiaan. Apakah ini kado spesial yang diberikan hanya untuknya? Entahlah bagi Elsa ini adalah hal yang membahagiakan dan membanggakan untuknya saat ini. “Apa pun untuk kamu, El.” Seru Bima sambil tersenyum ke arah Elsa hingga membuat rona bahagia di wajah gadis itu merah padam. Ada yang semakin menggelitik hati Elsa layaknya kupu- kupu yang sedang berterbangan. Bagi Elsa, Bima adalah orang yang sangat spesial karena jika beberapa tahun lalu ia tidak bertemu dengan sosok Bima entah bagaimana hidupnya sekarang. Takdir mempertemukan keduanya juga bukan tanpa sengaja hal itu juga yang membuat nama Elsa dan Bima semakin melejit di media sosial. Berkat pertemuan itu Elsa bisa menjadi model yang sangat terkenal sampai saat ini. Sedangkan untuk Bima ia mendapat nilai plus karena menolong Elsa yang hampir menjadi seorang gelandangan. Berkat bantuan yang Bima berikan saat itu lelaki itu kini di kenal menjadi sosok yang sangat dermawan. Sejak saat itu Elsa juga menyimpan perasaan untuk Bima namun sayang Bima tak sedikit pun memiliki perasaan untuknya. Hal itu pernah Elsa ungkapkan kepada Bima. Namun Bima adalah Bima seorang yang tak pernah percaya soal cinta sejati, apalagi cinta pada pandangan pertama. Selesai makan malam, Bima dan Danu meninggalkan restoran itu dan bergegas ke pesta ulang tahun sahabatnya yang bernama Audrey Valencia. Gadis ini adalah salah satu-satunya sahabat wanita dari Bima dan juga Danu. Sama seperti Elsa, Audrey mencintai Bima dan selalu ada untuk lelaki itu namun sayang Audrey sendiri tak bisa mendapatkan cinta seorang Bima Aji Prakasa. Bagi Bima, Audrey hanya seorang sahabat dan seorang yang mampu menemaninya saat Kekasih masa lalunya meninggalkannya. Saat itu dunia Bima terasa sangat hancur berkeping- keping. Dan hal itu juga yang membuat Bima tak percaya lagi dengan cinta sejati. Baginya setiap wanita yang mendekatinya hanya seorang yang cinta dengan ketampanan dan kekayaan yang ia punya saat ini. Setiap wanita yang berusaha ingin mendekati dirinya akan selalu mendapat perlakuan dingin. Kalau pun ia harus terlihat ramah dengan beberapa wanita itu hanya berlaku untuk reputasi dirinya di khalayak ramai. “Nu, hadiah untuk Audrey tidak lupa kamu bawa kan,” Seru Bima saat ia baru saja keluar dari mobilnya dan merapihkan kembali beberapa lekuk pakaiannya. “Sudah saya siapkan, Tuan Bima,” jawab Danu sambil menunduk. Bima pun melangkahkan kaki masuk menuju yang empunya pesta yaitu Audrey Valencia. Pesta ulang tahun termewah yang di hadiri banyak publik figur. Danu tak lepas mengikuti Bima sampai di hadapan Audrey. “Bima sayang, akhirnya kamu datang juga.” Seru Audrey sambil menghamburkan peluknya ke arah Bima. Beberapa pasang mata menoleh ke arahnya yang membuat Bima tersenyum tipis walau ia tak nyaman. “Au, tolong jangan begini.” Ucap Bima berbisik di telinga Audrey karena ia merasa risih. Namun sayang bukannya melepaskan pelukan itu, gadis itu malah memeluknya semakin erat. Membuat beberapa kaum hawa yang ada di sana juga ingin memeluk seorang Bima Aji Prakasa. “Malam ini kamu milikku, Bima.” Bisik Audrey yang seakan memanfaatkan keadaan. Audrey tahu betul bagaimana Bima di setiap kelebihan dan juga kelemahannya. Danu yang tahu kalau Bima merasa tak nyaman dengan perlakuan Audrey pun langsung mendekati keduanya dan memberikan sebuket bunga yang telah ia beli. Audrey pun melepaskan pelukannya dan mengambil bunga itu dari tangan Danu. “Ya ampun, terima kasih sayang. Kamu sweet banget.” Tambah Audrey yang mencium aroma bunga itu. “Iya selamat ulang tahun, Audrey.” Seru Bima sambil berusaha tersenyum. “Satu lagi..” kata Danu sambil memberikan sebuah kantung belanja. Audrey dengan antusias menerimanya dan melihat isi kantung itu terdapat sebuah kotak perhiasan. Audrey pun membukanya dan sebuah kalung berlian yang sangat cantik hingga yang melihatnya merasa sangat ingin di posisi gadis itu. “Cantik sekali Bima, Aku suka.” Kata Audrey lagi sambil memeluk lelaki itu sesaat dan kembali melepaskannya. “Bisa kamu pakaikan buat aku?” pinta Audrey yang terdengar manja. Jujur Bima ingin sekali menolaknya namun ia tidak bisa melakukannya karena ini akan mencoreng reputasinya di depan publik. Dengan berat hati Bima mengangguk dan memakaikan kalung itu untuk Audrey. Dan setelah kalung itu melingkar di leher gadis itu dengan sempurna, Audrey langsung mencium pipi Bima. Oh tuhan apalagi ini? Bima merasa kali sudah keterlaluan karena besok pagi pasti akan banyak wartawan yang ingin meliput dirinya. Meliput kedekatannya dengan Audrey yang hanya sebatas sahabat untuk mereka. “Oke, aku enggak bisa lama- lama karena masih ada urusan jadi silahkan kamu lanjutkan acaranya.” Pamit Bima yang langsung bergegas menjauh dari area pesta. Danu pun mengikuti Bima dari belakang. Audrey yang kaget pun mengikuti Bima sampai ke area mobil dimana mobil Bima terparkir di sana. Namun saat Bima sudah memasuki mobilnya, Danu menghadang Audrey masuk. “Nu, Minggir.” Bentak Audrey namun tak di respon olehnya. “Bim, aku minta maaf.” Lirih Audrey memelas tapi tak ada respon darinya. “Lebih baik kamu lanjutkan pesta kamu.” Pinta Danu namun hal itu membuat Audrey semakin kesal. Tapi ia tak bisa melakukan hal apa pun kali ini selain menurut. Setelah Audrey terlihat merasa tenang, Danu melepaskan jasnya dan memakainya kepada Audrey karena angin malam semakin dingin. Setelah itu Danu langsung masuk ke dalam mobil bersama Bima.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD