Skandal

1362 Words

Saat aku masuk kantor pagi ini, orang-orang tak seintens dua hari lalu dalam memperhatikanku. Mereka sekadar menoleh saat aku lewat. Habis itu, mereka akan kembali pada kegiatan semula. Entah men-scroll layar hape, berbincang dengan rekan kerja, atau jalan terburu-buru dan terkesan takut ketinggalan kereta. Mungkin, sebagian dari mereka sudah mendengar fakta bahwa kami adalah kakak-adik, bukan pasangan kekasih. Aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka tahu aku tinggal serumah dengan Ken? Oh, tidak-tidak. Sudah benar apa yang kuputuskan semalam. Aku harus segera hengkang dari rumah itu. Tanganku baru saja selesai menginput surat jalan per hari ini saat Kak Agni datang mendekat. “Ra, kamu dipanggil ke HRD sekarang.” Suara Kak Agni sama sekali tidak kencang, justru te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD