Kembali

1102 Words

Kak Sarah sengaja nggak lembur demi menungguku datang. Dia menyambutku dengan senyuman. Tangannya langsung meraih koper yang kubawa dan mendorongnya ke halaman rumah. "Kakak niat banget, deh." Kak Sarah terkekeh. Dia mendorong pintu rumah, lalu kami berdua masuk. "Lagian memang nggak ada yang mau dikerjain lagi. Kamu sudah makan?" Aku menggeleng. Mana sempat aku makan. Aku seperti buronan yang keluar dari apartemen. Aku juga mematikan ponselku. Kalau sampai Ken menelpon, aku tidak tahu harus mengatakan apa. "Makan dulu, ya. Kakak beli lauk tadi." Dia membawaku ke meja makan. "Kirain masak." Aku terkekeh. Selama ini aku belum pernah melihat Kak Sarah masak soalnya. Dia sebenarnya bisa masak apa tidak juga aku tidak tahu. Aku mengikutinya menarik kursi dan duduk. Koperku dibiarkan ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD