Sejak subuh tadi, Jakarta diguyur hujan. Jalanan menjadi macet walau akhir pekan begini. Beberapa kendaraan roda dua terlihat berebut jalan dengan pengendara lain supaya bisa lebih cepat. Berkali-kali Kia mengumpat karena ulah mereka yang menguasai jalan. “Setan.” Kembali suara Kia menggema. Aku hanya bisa terkekeh, memeluk tubuh karena udara semakin dingin di dalam sini. Kia tidak mau mematikan AC mobilnya. Dia berdalih sebentar lagi pasti akan terang. Menjelang akhir tahun seperti sekarang cuaca memang tidak menentu. Kadang hujan, lalu tiba-tiba panas. Bisa membuat seseorang sakit jika tidak pandai-pandai menjaga diri. “Nggak usah terburu-buru juga kali, Ki.” Aku memandang langit yang masih muram. Tidak ada tanda-tanda matahari akan bersinar. Aku rasa suasana suram semacam ini akan be

