Seperti perkiraanku pagi tadi, selepas jam makan siang, semua pekerjaanku telah selesai. Mbak Nina tidak menanyakan laporannya sampai waktunya aku pulang. Aku mati gaya sendiri. Tidak mungkin aku menghampiri kantornya untuk meminta pekerjaan tambahan setelah yang terjadi di ruangannya tadi pagi. Sepertinya aku sudah masuk dalam daftar orang yang akan diabaikannya mulai sekarang. Bersiap-siaplah, Mara. Ken sudah berada di luar saat aku tiba di lantai bawah. Memangnya dia turun jam berapa? Ah, ya, dia tidak perlu melakukan finger print sebagai bukti tidak bolos kerja. Dia bisa keluar masuk kantor sesukanya. Beberapa orang yang berjalan keluar dari pintu lobi bersamaku sempat menghentikan langkah sejenak untuk melihatku masuk ke mobil mewah Ken yang terparkir angkuh di halaman. Aku menghela

