Nggak Fair

1303 Words

Semua tim Kak Agni termasuk Mbak Rani dan Mbak Giska sudah meninggalkan ruangan Mbak Nina. Aku memilih menunggu sampai semuanya pergi baru maju dua langkah hingga tepat di depan meja managerku tersebut. “Ada pertanyaan, Mara?” Mbak Nina sama sekali tidak melihatku. Dia sibuk memeriksa tumpukan map di sebelah kiri baru kemudian di simpan ke sisi sebelah kanan pada mejanya. Banyak sekali pekerjaan, tapi dia hanya memberiku dua tugas. Tugas-tugas ini sama seperti saat pertama kali aku masuk ke NCL. Berhubung saat itu aku masih belajar, aku membutuhkan waktu sampai jam lima. Sekarang aku yakin bisa menyelesaikan ini setelah jam makan siang. “Hanya ini tugas untuk saya, Mbak?” Aku memandang dua map yang aku pegang. Mbak Nina mendongak. Dia menarik napas dalam. Matanya lurus padaku. Terliha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD