Mbak Rani dan Mbak Giska sangat senang saat tidak harus lembur. Pengiriman pada kuartal ini sudah terpenuhi. Laporan dari gudang semuanya sudah masuk. Untuk ke depannya akan lebih santai, mungkin karena yang punya perusahaan akan menggelar acara cukup besar. Makanya produksi dikebut. Kami bertiga pulang jam lima. Bukan hanya kami, beberapa staff lain juga terlihat meninggalkan meja. Hanya tersisa Kak Agni. Dia bilang sebentar lagi akan pulang. Nanggung. Laporannya sudah ditunggu Mbak Nina. “Mbak Nina lembur terus, ya. Kapan dia nikahnya kalau gitu?” Mbak Giska bergumam saat kami sudah di dalam lift. Aku menoleh pada rekan kerja kami yang tersenyum saat mata kami bertemu. Dia pasti mendengar apa yang Mbak Giska katakan. “Ntar kalau ketemu jodohnya juga pasti nikah, Mbak.” Mbak Rani men

