Mereka Dekat

2069 Words

“Sepertinya masih akan lembur lagi nanti.” Mbak Rani menarik kedua lengannya ke atas setelah kami duduk berhadapan. Siang ini kami memutuskan untuk makan di warung padang setelah beberapa hari kemarin hanya duduk di rest area lantai dua. “Bukannya awal bulan biasanya nggak lembur, Mbak?” Mbak Rani mendengkus. “Maunya, sih, begitu. Tapi, pekerjaan yang diberikan Mbak Nina banyak sekali.” “Kayaknya besok kita juga bakalan masuk.” Kak Agni tersenyum. Manusia paling tenang dan santai ini lebih suka menanggapi masalah dengan kepala dingin. Dia tidak mudah terpengaruh serta ikut-ikutan panas saat sesuatu meledak. Seperti gosipku misalnya. Kak Agni tidak bertanya atau pun turut menghakimi. Dia hanya mendengarkan apa jawabanku saat Mbak Rani atau Mbak Giska bertanya. “Nikmati saja, Mbak.” Aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD