Aku tidak ingat kapan akhinya bisa tertidur? Mungkin setelah menangis dan merasa lelah karenanya, atau badanku memang terlalu lelah karena perjalanan panjang kami dari Jakarta sampai ke Balikpapan. Rasanya aku baru saja memulai hari dengan sarapan secangkir teh chamomile dan dua potong taco yang dilengkapi salsa paprika. Dua lembar ayam filet yang hanya kutaburi merica dan bawang putih bubuk, lalu kumasukkan ke oven, menjadi pelengkap. Sedangkan Ken tetap setia dengan sandwich isi telur rebus seperti biasa. Kemudian aku berangkat ke kantor dengan menumpang mobil Ken sampai ke halte. Semuanya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Lalu, sekarang? Aku di sini sendiri, menghidu aroma Ibu yang tertinggal di seprai serta sarung bantalnya. Membasahi bantal itu dengan air mataku. Tergugu di

