Makan Malam

2104 Words

Satu jam lalu Ayah memintaku datang ke hotel tempatnya menginap. Aku tahu, ini waktunya. Besok Ayah akan kembali ke Kalimantan. Ayah sudah menemui Kak Saga saat jam makan siang. Pun sudah pamit sama Kak Sarah walau hanya malalui saluran telepon. Kini giliranku yang harus membayar utang. Aku menghela napas berat. Gini amat beban yang harus kutanggung setelah menerima apartemen senilai 2 M. Aku harus bersikap manis di depan kolega Ayah. Kalau perlu harus meraih hati putra mereka supaya bisnis Ayah lancar. Kejauhan nggak, sih, aku mikirnya? Kia mengantarku dengan mobil barunya. Dia tidak ngotot menunggu warna merah karena minggu depan sudah mulai bekerja. Dia harus mempersiapkan diri, salah satunya belanja. Untuk itu dia tidak mau dipusingkan dengan urusan kendaraan. Kia butuh setelan kant

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD