Begitu Sava keluar dari ruangannya, Riyanto langsung mengeluarkan ponsel dari saku. Jarinya terbiasa menekan kontak bernama "Ibu Negara 💐" — panggilan sayangnya untuk istrinya selama hampir 36 tahun menikah. Nada sambung satu kali, langsung tersambung. "Halo, Yang, rapatnya udah selesai?" suara istrinya lembut, tapi langsung disambut oleh gelak kecil dari Riyanto. "Udah. Dan kamu tahu nggak, pagi ini aku lihat keajaiban." "Jangan bilang kamu akhirnya pakai kaus kaki yang sama warnanya?" candanya santai. Riyanto ngakak. "Lebih hebat dari itu, sayang. Ini tentang Sava. Dia tersenyum, Yang. Di ruang rapat. Di depan semua pemegang saham." Hening sesaat di seberang. Lalu suara istrinya terdengar pelan, penuh emosi. "Kalian sedang membicarakan keuntungan yang berlipat ganda?" "Tidak." "

