RUMAH SAVA – PAGI HARI Cahaya matahari pagi menyelinap lembut lewat celah tirai, menari pelan di dinding kamar yang tenang. Udara hangat mengalir perlahan, membawa aroma tanah basah sisa hujan semalam. Suara burung terdengar samar, jauh di luar sana. Di dalam kamar, dunia seperti berhenti. Hanya detak jam yang nyaris tak terdengar, dan napas dua manusia yang beriringan dalam keheningan paling jujur. Di atas ranjang, Nadine perlahan membuka mata. Yang pertama ia lihat adalah garis rahang Sava. Lalu dadanya yang naik-turun perlahan. Lengan hangat yang masih melingkar di pinggangnya. Ia tidak buru-buru bangun. Ia tidak ingin pagi ini terburu-buru. Ia hanya ingin... tinggal. Sava masih tertidur. Namun jari-jarinya, entah sejak kapan, telah menyentuh punggung tangan Nadine dengan lembut. S
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


