Dara menatap lekat ke dalam sepasang mata elang Garda yang biasanya penuh dengan arogansi, namun kini hanya menyisakan sorot yang mendalam dan intens. Garda tidak memalingkan wajah sedikit pun, membiarkan Dara membaca ketulusan yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng kekuasaannya. "Dara," panggil Garda dengan nada rendah yang berwibawa, tangan kanannya turun untuk menyapu anak rambut yang menutupi dahi Dara. "Aku adalah Garda Jayanegara. Aku tidak pernah berbohong tentang ambisiku, dan saat ini, ambisi terbesarku adalah memastikan anak kita kembali ke pelukanmu tanpa kurang satu helaian rambut pun." Garda terdiam sejenak, menekan jemarinya sedikit lebih erat pada tangan Dara sebagai penegasan. "Jika aku membiarkan mereka menang hari ini, itu bukan karena aku menyerah. Aku sedang m

