"Maka dari itu lakukan di bawah tanah!" bentak Garda, suaranya menggelegar menghantam dinding ruangan, membuat timnya refleks mundur setapak. "Gunakan jaringan luar. Aku yang memegang kendali di sini, bukan ayahku, dan jelas bukan bajingann bernama Argantara itu. Cari kelemahan mereka sampai dapat, atau kalian semua yang akan melihat bagaimana cara Jayanegara menghancurkan karier kalian hari ini juga." Mendengar perintah mutlak tersebut, ketua tim segera membungkuk dalam. "Baik, Pak Garda. Kami mengerti. Kami akan memberikan laporan awal dalam waktu dua belas jam." Setelah timnya keluar untuk mulai mengobrak-abrik rahasia gelap keluarga istrinya, Garda berjalan mendekati dinding kaca besar yang menampilkan lanskap kota dari ketinggian. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat hingga kuku jarin

