Enam Puluh

2090 Words

Begitu bel istirahat berdering, Febri langsung bergegas menuju kelas Demi. Tapi dia tak menemukan gadis itu di sana. Ia pun mencari-cari Demi hingga ke beberapa titik di sekolah, mulai dari kantin, perpustakaan, taman, lapangan, hingga toilet siswi—yang ini tentu saja dia meminta bantuan siswi lain—tapi tak kunjung melihat batang hidung Demi. Waktu terus berjalan, jam istirahat hanya tersisa 15 menit lagi. Febri bahkan belum sempat makan atau minum. Tapi dia tak peduli, saat ini ada hal lain yang harus diprioritaskan. Hingga tiba-tiba saja, entah petunjuk darimana, kaki Fadli melangkah ke balkon sekolah. Tempat dimana Karisa diduga lompat hingga meninggal. Dan ternyata, Demi ada di sana, seorang diri. Setelah kejadian semalam, pikiran Demi kembali kacau. Dia akhirnya tahu kalau orang yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD