Tujuh Puluh Tujuh

1017 Words

Sementara Adrian datang menemui Rafi di kantornya, Baron juga tidak hanya tinggal diam. Dia sudah mengurus pelaporan yang dilakukan oleh Nina agar kasus tersebut bisa ditangani secara legal. Baron pun sudah membuat surat pemanggilan untuk kedua anak buah Tommy Iskandar yang kala itu menabrak Nina. Saat Baron sedang mempersiapkan berkas, Taka datang menghampirinya. “Jadi kau mengambil kasus baru lagi?” Tanyanya seraya minum kopi kalengan yang dia beli melalui mesin minuman kemasan. Baron mengangguk, “Ini memang kasus baru, tapi tidak menutup kemungkinan jika kasus ini berhubungan dengan kasus lama.” Jawabnya. Taka menghela napas, “Tidak bisakah kau sekali-kali berbicara dengan jelas? Tidak semua orang secerdasmu. Aku lelah karena selalu dipaksa untuk berpikir tiap kali bicara denganmu.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD