Kebohongan Yang Terkuak

1342 Words

Kusumpal telinga dengan earphone kemudian menyetel murottal juz 30 Alquran dengan volume tinggi, guna meredam jeritan kesakitan di kamar belakang. Kadang ia berteriak, mengaduh lalu kemudian merintih. Sudah dua hari laki-laki berjuluk suami itu menanggung kesakitan seorang diri. Kadang rasa iba menyelinap tapi cepat kutepis. Beberapa waktu yang lalu ia bersenang-senang menikmati syurga dunia bersama Teh Ririn. Apa yang ia rasakan dan dapatkan sekarang buah dari perbuatan dosa-dosanya. Seharusnya mereka berdua dirajam atas dosa zina. Sakit yang mereka rasakan tak ada apa-apanya dibanding sakit hati dan malu yang aku dan Bapak terima. Kang Rahim berniat membawa Mas Pram berobat setelah mendapat pukulan bertubi-tubi dari Bang Rozi. Niat Kang Rahim tidak ditentang oleh Mbak Dewi, istrinya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD