TZT-50

1959 Words

Untuk sekian kalinya, si kembar menghela napas. Mereka menatap sang Papi yang masih setia mengomeli keduanya. Meskipun mereka hanya diam, tanpa menyahut, Ibram masih saja mengomel. Bukannya tersadar, justru mereka merasa kesal. Lagi-lagi, Papinya menjelek-jelekan Natasha. Gadis yang selama ini mereka anggap sebagai adik. "Pi! Cukup! Gavin tegasin sekali lagi, kalo Caca itu nggak salah!! Erinna yang udah keterlaluan! Papi tau, anak Papi itu ngebully Caca habis-habisan. Bahkan, dia sampe buat baju seragam Caca compang-camping, Pi!!!" pekik Gavin yang tersulut emosi. Sudah cukup ia bersabar mendengarkan omelan sang Papi yang menyalahkan mereka karena tak melindungi sang adik perempuan dari amukan para siswa-siswi. "Kalian memang bodoh, sampe bisa dibodohi oleh gadis itu!" sarkas Ibram ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD