Reyhan berhasil mencekal tangannya. Membuat langkah gadis itu terhenti. Erinna memutar tubuhnya dan menatap lekat manik mata pemuda yang selalu membuatnya nyaman saat bersamanya. "Lo mau kemana? Keluarga lo udah lengkap, Rin." ujarnya yang dibalas gelengan kepala oleh Erinna. "Gue masih belum bisa ngelupain perlakuan mereka ke gue, Rey! Gue masih kecewa, sakit hati!!" pekiknya memukuli d**a bidang pemuda di depannya. Ibram dan tiga putranya menundukkan kepala dalam-dalam. Mereka mengaku bersalah dan menyesal. Ibram dan Rendy mengira, jika gadis itu telah memaafkan keduanya. Tetapi nyatanya tidak. Erinna masih dalam kebimbangan. Ia ingin memulai semuanya dari awal, namun bayang-bayang masa lalu masih menghantuinya. Apalagi sikap kasar si kembar kepadanya. Dengan ragu, Reyhan mengelus

