Erinna menekuk wajah cantiknya. Ia menatap intens ke arah sang Mami yang tak mengizinkannya keluar di hari libur ini. Sejak pagi sampai sekarang, Tarissa terus menemaninya. Hingga membuat dirinya tak bisa melarikan diri dari rumah. Tyas pun sama, gadis itu ikut menjaganya agar tetap berada di rumah. "Mam..." rengeknya sembari menghentakkan kaki di lantai. "Aku mau jalan-jalan, Mam! Aku janji bakalan pulang sebelum maghrib." lanjutnya berusaha merayu sang Mami. Tarissa melirik putrinya sekilas. Lalu, kembali menonton televisi. Ia dan Tyas mengabaikan rengekannya yang terus ingin pergi. Cukup semalam, gadis itu membuat mereka merasa cemas setengah mati. Erinna menghela napas. Ia merebahkan tubuhnya di sofa. Kemudian memejamkan mata beberapa saat, sembari mencari cara agar bisa keluar d

