TZT-44

1927 Words

Ellinda mengangguk pelan. Memang benar, tujuan utama mereka bertemu adalah untuk membahas rencana selanjutnya. Menyadari bahwa adik perempuannya dilanda amarah, Rendy pun memutuskan berpindah meja. Diikuti oleh Reyhan. Keduanya tak akan menganggu perbincangan mereka. "Erin." Erinna menghela napas. Ia berusaha mengontrol rasa amarahnya. Jangan sampai, pertemuan kali ini berujung sia-sia. Apalagi dengan Rendy yang telah mengetahui bahwa mereka bertukar tempat. Ellinda menatap saudari kembarnya yang tengah minum. Ia rasa, Erinna sudah lebih tenang dari sebelumnya. "Nanti kita bahas lagi. Gue laper, mau lanjut makan." ketusnya membuat Ellinda menahan tawa. Ternyata, Erinna adalah gadis yang tidak bisa menahan lapar. Tampak jelas dari cara makannya yang tak biasa. Gadis itu seolah melupak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD