TZT-45

1970 Words

Seorang gadis tersenyum sinis menyambut kedatangan seorang pemuda yang tampak ragu akan rencana yang telah disampaikan kemarin malam. Sepertinya, ia harus meyakinkan pemuda tersebut untuk menyetujui rencananya. Agar hari ini, ia bisa membalas dendam apa yang dilakukan gadis cupu itu kepadanya. "Gimana, Nan?" tanyanya sembari melipat kedua tangan di depan dadaa. "Lo jangan lupa, kalo keluarga dia yang buat perusahaan bokap lo diambang kehancuran. Gue cuma ngingetin masa pahit di kehidupan lo aja sih. Menurut gue, sekarang adalah waktu yang tepat untuk balas dendam." Keenan mengalihkan pandangannya ke arah lain. Lebih tepatnya pada seorang gadis yang tengah duduk di depan kelas sambil menumpu dagu. Ia mengepalkan tangan menatap Erinna yang memejamkan mata. Gadis itu masih mengantuk. Kep

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD