Seorang gadis tergesa-gesa melewati lorong demi lorong rumah sakit. Setengah jam yang lalu, ia mendapat kabar jika adik sepupunya masuk rumah sakit. Ia tak tahu jelas penyebabnya. Karena Reyhan hanya menyuruhnya untuk segera datang dan menghubungi sang Tante. Tyas semakin mempercepat langkahnya melihat seorang pemuda dan seorang gadis yang berjalan beberapa meter di depannya. "Sisi, Seno!!" teriak Tyas membuat langkah mereka terhenti. "Kak Tyas!" seru Sisi setelah membalikkan tubuh. "Ellinda gimana?" tanyanya menggenggam erat tangan sahabat perempuan adik sepupunya itu. Sisi menggeleng pelan. Ia dan Seno belum mengetahui keadaan Erinna sebenarnya. Mereka terkejut saat Reyhan menelepon dan mengabarkan bahwa Erinna telah dicelakai seseorang. Darah dari kepalanya tak henti mengalir.

