TZT-48

1183 Words

"Udah ya, jangan nangis lagi?" bujuk Ibram pada putrinya yang terus menangis itu. Sejak sadarkan diri, Ellinda terus merintih kesakitan pada bagian punggungnya. Ibram tak menyangka, jika di punggung putrinya terdapat banyak bekas pukulan. Lalu, ia pun menugaskan bawahannya untuk mencari sang pelaku. Namun, dicegah oleh Reva dan Bianca. Keduanya meminta, jika masalah ini, biarlah mereka yang mengurusi. Tanpa berpikir panjang, ia pun menyetujui. "Hiks... Papi, sakit..." rintihnya. "Tadikan sudah diberi salep sama Papi." Ellinda mengusap kasar jejak air matanya. Kemudian, melirik Abang sulungnya yang tengah tertidur pulas. Kemarin, ia mendengar kabar jika Erinna masuk ke rumah sakit dalam kondisi yang parah. Ia belum sempat menanyakan kondisi saudari kembarnya. Karena ruangannya selal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD