Chapter 19 THE CONFESSION Cahaya matahari dari sela-sela daun yang enggan menyatu menyorot langsung pada sosok yang tengah berusaha untuk keluar dari mimpinya. Wajahnya bermandikan sorotan matahari sehingga membuatnya tak nyaman. Bukan terbangun, dia hanya menyingkir dan menghindari berkas cahaya itu. Melihat sahabatnya itu tak juga bangun akhirnya, Aranhe mengguncang tubuhnya. “Rhaga, bangunlah,” katanya pelan. Aranhe mendengus ketika Rhaga tak juga bangun. Matahari sudah berada tepat di atas kepala mereka. Sejak pagi dia dan Risaya sudah berkeliling hutan untuk mencari buah atau tanaman yang bisa di makan. Saat mereka kembali Rhaga masih terjebak dalam mimpinya. “Biarkan saja, jika dia lapar pasti bangun.” Risaya berujar dengan memilah kembali buah-buahan yang telah merek

