Chapter 17 RUN OUT OF TIME Cahaya matahari bersinar begitu terang, menyilaukan mata, memaksa masuk pada celah tipis antara kelopak mata Rhaga. Terganggu dengan silaunya, perlahan mata itu terbuka, bersamaan dengan itu sakit kepala yang luar biasa pun menyerangnya. Tangan Rhaga memegangi kepalanya, tak ingin membiarkan kepala itu meledak begitu saja. Rhaga meringkuk seperti bayi sembari kedua tangannya erat memegangi kepalanya. Sebuah ingatan mendesak masuk dan menambah rasa sakit hingga sebuah cahaya berpendar di keningnya lalu menghilang. Tepat setelahnya, rasa sakit itu pun seolah mengikuti hilangnya cahaya di dahi Rhaga, hilang tak berbekas. Rhaga menyentuh liontin yang masih melingkar di lehernya, ada kilatan tampak pada liontin yang sewarna dengan iris matanya itu. Dia ingat

