Chapter 52: No Way Out Peluh menetes dari dagu Rhaga, menyentuh tanah yang gersang dan langsung menguap begitu saja. Tugasnya di pertambangan ini adalah menggali tanah di bawah terik matahari yang tidak memberinya ampun. Menyengat kulitnya hingga menjadi kecokelatan. Sesekali Rhaga mengusap keningnya yang penuh dengan peluh itu. Namun, setiap kali dia menegakkan punggungnya ada saja pengawas yang menatapnya dengan garang telah siap untuk menghampirinya dan memberikannya cambuk di punggung. “Jaga matamu.” Sebuah suara mengejutkan Rhaga hingga dia hampir saja mencangkul kakinya sendiri. Kalya membantunya agar tidak terjatuh, karena akan jadi malapetaka jika Rhaga terjatuh, dia akan dianggap malas dan mendapatkan sebuah cambukan. “Kembali bekerja, jangan melihat sekeliling.” uja

