Never Ending Memory

2755 Words

Chapter 82: Never Ending Memory   [TRIGGER WARNING!!! DALAM EPISODE INI TERDAPAT ADEGAN KEKERASAN, PENYIKSAAN, DAN KATA-k********r. PEMBACA DIHARAP BIJAK MENYIKAPI SEMUA ADEGAN DI DALAM BAB INI.]   Cucuran darah terciprat mengenai wajah rupawan Rhaga, aroma anyir yang keluar dari cairan kental berwarna merah itu terasa aneh bagi Rhaga. Ada perasaan puas yang tidak bisa dia bayangkan setelah tangannya menggorok leher seorang pria di hadapannya itu. Matanya nyalang berkilat penuh gairah ketika darah terus mengalir dan pria di depannya itu berjuang untuk tidak melepaskan nyawanya.    “Mati kau! Mati Kau!” kepuasan itu tidak berlangsung lama, ada keinginan yang bergejolak dalam batin Rhaga ingin menuntaskan hasrat membunuhnya yang bergelora. Tusukan demi tusukan tak henti dihujamkan ole

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD