Chapter 41: Sleepless Nights Bulan yang bertengger di puncak cakrawala itu menjadi teman bagi Kaisar Trugeris yang tak bisa memejamkan matanya malam ini. Semua dokumen kenegaraan telah dia selesaikan, sang isteri tercinta pun harus beristirahat, sementara dirinya telah berusaha untuk melepaskan penat tapi tak kunjung bisa untuk terlelap. Keluar dari kamar tidur dan berdiri di beranda taman istana sembari menikmati keindahan tengah malam yang sunyi menjadi pilihan Kaisar Trugeris. Tatapan mata Kaisar Trugeris menajam ketika melihat ada sesuatu yang terlihat aneh pada langit, ada bayangan hitam di depan bulan yang semakin lama semakin besar. Setelah beberapa saat kemudian, Kaisar Trugeris menyadari jika itu adalah seekor burung berbulu perak yang cukup besar. “Kau rupanya,”

