episode 1

1261 Words
Echoes of Rezernty Genre: Drama, Comedy, Fantasy, Isekai, Action, Tragedy Episode 1: masa kini Arc 1: Jejak masa lalu dan perjalanan masa depan Meja kerja ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ adalah ๐ฉ๐š๐ซ๐š๐๐จ๐ค๐ฌ yang hidup. Di satu sisi, kekacauan merajalela, dengan kertas-kertas berserakan dan remah biskuit yang mengotori ๐ฌ๐ž๐ญ๐ข๐š๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐๐ฎ๐ญ. Di sisi lain, di tengah kekacauan itu, ide-ide brilian lahir, ๐ค๐š๐ซ๐š๐ค๐ญ๐ž๐ซ-๐ค๐š๐ซ๐š๐ค๐ญ๐ž๐ซ ๐ฎ๐ง๐ข๐ค ๐ญ๐ž๐ซ๐œ๐ข๐ฉ๐ญ๐š, dan cerita-cerita menakjubkan mulai ditulis. _________________________________ [ ๐••๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’] ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Mengeluh, menekan pelipisnya) Haih... Kenapa selalu begini?! Setiap aku mencoba membuat karakter cowokโ€ฆ (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ menunjuk sketsa karakter cowok yang terlihat gagah, namun dengan coretan 'Gagal!' besar di atasnya.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: ...mereka selalu berakhir tragis! Seolah takdir mereka sudah ditulis dengan tinta air mata, entah jadi tumbal plot yang kejam, villain tanpa nurani, atau yang paling ngenes... ๐ญ๐ž๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐š๐ค๐š๐ง! (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ dengan bangga menunjukkan tiga sketsa karakter cewek yang berbeda, semuanya terlihat menawan dan penuh potensi.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Sambil tersenyum lebar) Berbanding terbalik dengan ini... itu juga... dan ini! Lihatlah,mereka memancarkan pesona yang tak terlukiskan! Seolah mereka punya kekuatan sihir yang bisa menghipnotis siapa saja! (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya perlahan, seolah sedang melakukan ritual penting.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Oke... oke... Lupakan kegagalan masa lalu. Saatnya reset! Buat cerita baru saja! (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ meraih selembar kertas kosong dan mulai menggambar dengan kecepatan kilat, lalu menunjukkan sketsa karakter baru dengan senyum tipis yang penuh misteri.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:Astaga... kenapa lagi-lagi cewek?! ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Tunggu! (Matanya membelalak, menyadari sesuatu.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Alamak... kenapa cewek lagi?! (Menghela napas, ekspresinya datar, tapi seulas senyum geli tersungging di bibirnya. Dalam hati, ia tertawa terbahak-bahak.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Bodo amat, yang penting jalan! Toh, cerita ini sudah punya nyawanya sendiri, aku hanya perlu mencatat apa yang terjadi! Semoga saja akhirnya tidak terlalu mengecewakanโ€ฆ ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: โ€œ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€ bakal mengecewakan (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ menunjuk dirinya sendiri dengan jempol, lalu mengarahkan telunjuk ke gambar karakter baru.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:Aku, yang dulu merasa sebagai penguasa dunia ini, kini hanya bisa menyaksikan karakter-karakterku menari di atas panggung takdir! Mari kita mulai petualangan yang... entah ke mana arahnya! __________________________________ [ ๐••๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•œ๐• ๐•ž๐•š๐•œ ] (Adegan beralih tiba-tiba ke sebuah taman yang indah, namun aura tegang menyelimuti. ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š, dengan mata berkaca-kaca, menatap ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ yang berdiri kaku di hadapannya.) ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š: (Menunjuk ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ, suaranya bergetar menahan tangis) Gak mau ikut?! _________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’ ] (Di meja kerjanya, ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ tersentak. Dia melihat adegan itu seolah-olah sedang menonton anime.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menggumam penuh semangat) Woah, woah!โ€๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€Langsung drama! Bagus, bagus! Emosi itu penting, para pembaca suka! __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•œ๐• ๐•ž๐•š๐•œ ] ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ: Aku tidak bisa. (Nada suaranya datar, tanpa sedikit pun emosi, seolah sedang membaca daftar belanja.) Kau bisa pergi sendiri. ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š: (Berteriak, air mata mulai menetes) Kau... kau! Itu kenapa?! Kau telah berubah sejakโ€ฆ ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ: (Menghela napas panjang, bosan, seolah percakapan ini adalah tugas yang paling membosankan di dunia) Haih! Ya, ya, sejak ada dia. Dia juga yang telah mengubahku. (๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ tidak memedulikan ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š, pandangannya kosong ke depan, seolah ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š tidak ada di sana.) __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’] ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Wajahnya di meja kerja berubah sedih, lalu tiba-tiba melotot marah) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:โ€๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€Baru awal tapi kenapa langsung sad gini?! (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ mengacungkan pensilnya ke gambar komiknya, seolah siap menusuk ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:โ€๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€! Ini karakter cowok kenapa selalu bikin emosi?! (Menggumam pada dirinya sendiri) (Dia sendiri cowok) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Gw hapus aja nih karakter! ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menghela napas, bersandar di kursinya, lalu berbicara ke arah gambar nya) Mending sama saya aja kak Ciestte! Udah jomblo, introvert, bicara sendiri... ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:stress, ok lanjutkan cerita nya(๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ menyenggol dirinya sendiri, lalu tertawa garing.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฉ๐™ฎ:Tapi setidaknya saya setia, kan? (melihat gambar karakter A??? Di bawah meja kerjanya). __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•œ๐• ๐•ž๐•š๐•œ ] ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š: (Mengabaikan suara Rezernty yang tak terdengar olehnya, menahan isak tangis, matanya terpaku pada syal di leher ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ) ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š: Tapi kenapa kamu masih menyimpan... memakai syal itu? Kenapa, kenapa?! (Di balik pohon yang rimbun di dunia ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š, ๐™Ž๐™ช๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ mendengarkan suara mereka seperti merekam setiap detail.) __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’ ] ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menjelaskan kepada pembaca, sambil berpose seperti Sunny di balik pohon di dunianya) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:๐™Ž๐™ช๐™ฃ๐™ฃ๐™ฎ sedang mendengarkan pembicaraan ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š dan ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ. Karakter penguping itu penting, lho! Mereka tahu segalanya! (Lalu dia Berpose lagi, menyederkan badannya di dekat dinding di kamarnya) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:Lihat aku, aku berpose seperti Sunny, tapi di dekat dinding bukan pohon. Bayangkan saja kalau ini adalah pohon, ngapain gw jelasin? (Menghela napas, tersenyum kecut) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ:mungkin Biar kalian nggak terlalu sedih bacanya. __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•œ๐• ๐•ž๐•š๐•œ ] ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ: (Dengan gerakan cepat dan dingin, ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ melepas syal dari lehernya dan melemparnya begitu saja ke tanah, seolah itu hanya sampah.) Nih, kalau mau syal, aku kembalikan. ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š: (Dengan gerakan refleks yang menyakitkan, ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š menangkap syal itu di udara, memeluknya erat ke d**a, air mata berlinang deras. Melihat portal yang masih terbuka, ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan syal di pelukannya, ia melangkah cepat, menghilang ke dalam pusaran energi.) (Tepat setelah ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š masuk, portal itu mengecil dan menghilang sepenuhnya, seolah tidak pernah ada.) ๐™‰๐™š๐™ค๐™ฃ๐™–: (Terdengar suara ceria yang memecah kesunyian, Neona berlari mendekat dari kejauhan, hanya melihat ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ berdiri sendirian.) ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ! ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ! Sedang apa kau di sini sendirian? (Wajahnya kebingungan, tapi senyumnya tak luntur.) ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ: (Akhirnya, ๐™•๐™š๐™ง๐™ฃ tersenyum. Senyum itu tertutup, hanya di matanya yang terpejam.) Tidak apa-apa. ๐™‰๐™š๐™ค๐™ฃ๐™–: (Senang, senyumnya kembali merekah lebar) Baguslah! Tapi... kau terlihat bersih, syal sampah itu akhirnya kau buang juga! (Di dalam portal ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š.Di Tangan ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š masih memegang syal erat, memeluknya seperti harta karun terakhir.) ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š baru menyadari bahwa bahan dari syal miliknya berbeda dengan syal milik ๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ. dengan kebingung itu ๐™˜๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š mencoba mencari suatu informasi pada syal milik ๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ, dan benar saja di dalam lipatan syal itu terdapat surat. (๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š membaca surat itu di dalam portal yang sekelilingnya, hanya ada kegelapan yang pekat, tak berujung. Perlahan, sebuah celah cahaya terbuka, membentuk jalan keluar dari portal.) __________________________________ [ ๐••๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’ ] ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: kenapa ๐™˜๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š bisa membaca surat itu,di dalam kegelapan itu? ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: ya karena ๐™˜๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š memiliki sihir cahaya, โ€œ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€ kan dia bisa baca di kegelapan tanpa cahaya! __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•œ๐• ๐•ž๐•š๐•œ ] (Ketika ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š akan melangkah keluar dari portal, dua siluet muncul dari kegelapan, berdiri diam di ambang pintu dimensi. Dua anak kembar berambut biru, N??? dan N????. Wajah mereka datar, mata mereka kosong, namun ada aura aneh yang terpancar.) __________________________________ [ ๐”ป๐•ฆ๐•Ÿ๐•š๐•’ ๐•Ÿ๐•ช๐•’๐•ฅ๐•’ ] ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Di meja kerjanya, ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ menunjukkan tangannya ke atas, dengan ekspresi serius yang tiba-tiba) Dan, yap! Petualangan Ciestte yang sesungguhnya akan dimulai! ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Tapi, sebelum kita melangkah lebih jauh, kita harus menceritakan dulu kisah masa lalu ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š. Mungkin bakal panjang, jadi butuh beberapa chapter. ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: Oh iya, itu artinya Ciestte pergi ke dimensi A???.dan A??? adalah karakter utama di komik ku sebelumnya, dan ada 2 karakter (utama) lagi. ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menghela napas panjang, mengusap wajahnya) Ini harusnya menjadi prolog, bukan chapter 1๐Ÿ˜ฎโ€๐Ÿ’จ... Tapi ya sudahlah, sudah terlanjur juga. Aku kan authornya, suka-suka aku! โ€œ๐˜ ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ชโ€ suka-suka kalian! (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ selesai mengerjakan komik miliknya. Dia bangkit dari meja kerjanya yang berantakan, meregangkan tubuh, lalu berjalan ke kamarnya untuk memainkan ponselnya.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menghela napas lagi) Apa ya kelanjutan untuk komik ku? ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Melihat ke langit-langit, matanya kosong) Apa yang harus ku lakukan? ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menggumam, penuh keraguan) Apa aku punya ide bagus untuk membuat komik? Atau aku memang tidak berbakat dalam membuat komik ini? ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran negatif) Ya sudahlah, mungkin membuat komik bisa menenangkan pikiran ku. (Jam ponsel di samping tempat tidurnya menunjukkan 25:00.) ๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ: (Melirik sekilas ke ponselnya, mengerutkan kening sedikit, tapi kemudian mengabaikannya. Kelelahan menguasai dirinya.) Hah, kayaknya ada yang salah? (Tidak memperdulikan waktu yang aneh itu.) Kayaknya aku kurang tidur. Lebih baik aku tidur ๐Ÿ˜ด (๐™๐™š๐™ฏ๐™š๐™ง๐™ฃ๐™ฉ๐™ฎ ambruk ke tempat tidurnya, tertidur pulas, meninggalkan ๐˜พ๐™ž๐™š๐™จ๐™ฉ๐™ฉ๐™š sendirian di dimensi A???, dan sebuah jam ponsel yang terus berdetak melampaui batas wajar.)
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD