Echoes of Rezernty
Genre: Drama, Comedy, Fantasy, Isekai, Action, Tragedy
Episode 1: masa kini
Arc 1: Jejak masa lalu dan perjalanan masa depan
Meja kerja ๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ adalah ๐ฉ๐๐ซ๐๐๐จ๐ค๐ฌ yang hidup. Di satu sisi, kekacauan merajalela, dengan kertas-kertas berserakan dan remah biskuit yang mengotori ๐ฌ๐๐ญ๐ข๐๐ฉ ๐ฌ๐ฎ๐๐ฎ๐ญ. Di sisi lain, di tengah kekacauan itu, ide-ide brilian lahir, ๐ค๐๐ซ๐๐ค๐ญ๐๐ซ-๐ค๐๐ซ๐๐ค๐ญ๐๐ซ ๐ฎ๐ง๐ข๐ค ๐ญ๐๐ซ๐๐ข๐ฉ๐ญ๐, dan cerita-cerita menakjubkan mulai ditulis.
_________________________________
[ ๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐]
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Mengeluh, menekan pelipisnya) Haih... Kenapa selalu begini?! Setiap aku mencoba membuat karakter cowokโฆ
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ menunjuk sketsa karakter cowok yang terlihat gagah, namun dengan coretan 'Gagal!' besar di atasnya.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: ...mereka selalu berakhir tragis! Seolah takdir mereka sudah ditulis dengan tinta air mata, entah jadi tumbal plot yang kejam, villain tanpa nurani, atau yang paling ngenes... ๐ญ๐๐ซ๐ฅ๐ฎ๐ฉ๐๐ค๐๐ง!
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ dengan bangga menunjukkan tiga sketsa karakter cewek yang berbeda, semuanya terlihat menawan dan penuh potensi.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Sambil tersenyum lebar) Berbanding terbalik dengan ini... itu juga... dan ini! Lihatlah,mereka memancarkan pesona yang tak terlukiskan! Seolah mereka punya kekuatan sihir yang bisa menghipnotis siapa saja!
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ menarik napas dalam-dalam, menghembuskannya perlahan, seolah sedang melakukan ritual penting.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Oke... oke... Lupakan kegagalan masa lalu. Saatnya reset! Buat cerita baru saja!
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ meraih selembar kertas kosong dan mulai menggambar dengan kecepatan kilat, lalu menunjukkan sketsa karakter baru dengan senyum tipis yang penuh misteri.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:Astaga... kenapa lagi-lagi cewek?!
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Tunggu! (Matanya membelalak, menyadari sesuatu.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Alamak... kenapa cewek lagi?! (Menghela napas, ekspresinya datar, tapi seulas senyum geli tersungging di bibirnya. Dalam hati, ia tertawa terbahak-bahak.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Bodo amat, yang penting jalan! Toh, cerita ini sudah punya nyawanya sendiri, aku hanya perlu mencatat apa yang terjadi! Semoga saja akhirnya tidak terlalu mengecewakanโฆ
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: โ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโ bakal mengecewakan
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ menunjuk dirinya sendiri dengan jempol, lalu mengarahkan telunjuk ke gambar karakter baru.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:Aku, yang dulu merasa sebagai penguasa dunia ini, kini hanya bisa menyaksikan karakter-karakterku menari di atas panggung takdir! Mari kita mulai petualangan yang... entah ke mana arahnya!
__________________________________
[ ๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ]
(Adegan beralih tiba-tiba ke sebuah taman yang indah, namun aura tegang menyelimuti. ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐, dengan mata berkaca-kaca, menatap ๐๐๐ง๐ฃ yang berdiri kaku di hadapannya.)
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Menunjuk ๐๐๐ง๐ฃ, suaranya bergetar menahan tangis) Gak mau ikut?!
_________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐ ]
(Di meja kerjanya, ๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ tersentak. Dia melihat adegan itu seolah-olah sedang menonton anime.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menggumam penuh semangat) Woah, woah!โ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโLangsung drama! Bagus, bagus! Emosi itu penting, para pembaca suka!
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ]
๐๐๐ง๐ฃ: Aku tidak bisa. (Nada suaranya datar, tanpa sedikit pun emosi, seolah sedang membaca daftar belanja.) Kau bisa pergi sendiri.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Berteriak, air mata mulai menetes) Kau... kau! Itu kenapa?! Kau telah berubah sejakโฆ
๐๐๐ง๐ฃ: (Menghela napas panjang, bosan, seolah percakapan ini adalah tugas yang paling membosankan di dunia) Haih! Ya, ya, sejak ada dia. Dia juga yang telah mengubahku. (๐๐๐ง๐ฃ tidak memedulikan ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐, pandangannya kosong ke depan, seolah ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ tidak ada di sana.)
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐]
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Wajahnya di meja kerja berubah sedih, lalu tiba-tiba melotot marah)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:โ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโBaru awal tapi kenapa langsung sad gini?!
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ mengacungkan pensilnya ke gambar komiknya, seolah siap menusuk ๐๐๐ง๐ฃ)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:โ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโ! Ini karakter cowok kenapa selalu bikin emosi?! (Menggumam pada dirinya sendiri)
(Dia sendiri cowok)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Gw hapus aja nih karakter!
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menghela napas, bersandar di kursinya, lalu berbicara ke arah gambar nya) Mending sama saya aja kak Ciestte! Udah jomblo, introvert, bicara sendiri...
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:stress, ok lanjutkan cerita nya(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ menyenggol dirinya sendiri, lalu tertawa garing.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฉ๐ฎ:Tapi setidaknya saya setia, kan? (melihat gambar karakter A??? Di bawah meja kerjanya).
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ]
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Mengabaikan suara Rezernty yang tak terdengar olehnya, menahan isak tangis, matanya terpaku pada syal di leher ๐๐๐ง๐ฃ)
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: Tapi kenapa kamu masih menyimpan... memakai syal itu? Kenapa, kenapa?!
(Di balik pohon yang rimbun di dunia ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐, ๐๐ช๐ฃ๐ฃ๐ฎ mendengarkan suara mereka seperti merekam setiap detail.)
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐ ]
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menjelaskan kepada pembaca, sambil berpose seperti Sunny di balik pohon di dunianya)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:๐๐ช๐ฃ๐ฃ๐ฎ sedang mendengarkan pembicaraan ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ dan ๐๐๐ง๐ฃ. Karakter penguping itu penting, lho! Mereka tahu segalanya!
(Lalu dia Berpose lagi, menyederkan badannya di dekat dinding di kamarnya)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:Lihat aku, aku berpose seperti Sunny, tapi di dekat dinding bukan pohon. Bayangkan saja kalau ini adalah pohon, ngapain gw jelasin? (Menghela napas, tersenyum kecut)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ:mungkin Biar kalian nggak terlalu sedih bacanya.
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ]
๐๐๐ง๐ฃ: (Dengan gerakan cepat dan dingin, ๐๐๐ง๐ฃ melepas syal dari lehernya dan melemparnya begitu saja ke tanah, seolah itu hanya sampah.) Nih, kalau mau syal, aku kembalikan.
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐: (Dengan gerakan refleks yang menyakitkan, ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ menangkap syal itu di udara, memeluknya erat ke d**a, air mata berlinang deras. Melihat portal yang masih terbuka, ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ tidak menyia-nyiakan waktu. Dengan syal di pelukannya, ia melangkah cepat, menghilang ke dalam pusaran energi.)
(Tepat setelah ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ masuk, portal itu mengecil dan menghilang sepenuhnya, seolah tidak pernah ada.)
๐๐๐ค๐ฃ๐: (Terdengar suara ceria yang memecah kesunyian, Neona berlari mendekat dari kejauhan, hanya melihat ๐๐๐ง๐ฃ berdiri sendirian.) ๐๐๐ง๐ฃ! ๐๐๐ง๐ฃ! Sedang apa kau di sini sendirian? (Wajahnya kebingungan, tapi senyumnya tak luntur.)
๐๐๐ง๐ฃ: (Akhirnya, ๐๐๐ง๐ฃ tersenyum. Senyum itu tertutup, hanya di matanya yang terpejam.) Tidak apa-apa.
๐๐๐ค๐ฃ๐: (Senang, senyumnya kembali merekah lebar) Baguslah! Tapi... kau terlihat bersih, syal sampah itu akhirnya kau buang juga!
(Di dalam portal ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐.Di Tangan ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ masih memegang syal erat, memeluknya seperti harta karun terakhir.)
๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ baru menyadari bahwa bahan dari syal miliknya berbeda dengan syal milik ๐ฏ๐๐ง๐ฃ.
dengan kebingung itu ๐๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ mencoba mencari suatu informasi pada syal milik ๐ฏ๐๐ง๐ฃ, dan benar saja di dalam lipatan syal itu terdapat surat.
(๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ membaca surat itu di dalam portal yang sekelilingnya, hanya ada kegelapan yang pekat, tak berujung. Perlahan, sebuah celah cahaya terbuka, membentuk jalan keluar dari portal.)
__________________________________
[ ๐๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐ ]
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: kenapa ๐๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ bisa membaca surat itu,di dalam kegelapan itu?
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: ya karena ๐๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ memiliki sihir cahaya, โ๐บ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโ kan dia bisa baca di kegelapan tanpa cahaya!
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ ๐๐๐ ]
(Ketika ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ akan melangkah keluar dari portal, dua siluet muncul dari kegelapan, berdiri diam di ambang pintu dimensi. Dua anak kembar berambut biru, N??? dan N????. Wajah mereka datar, mata mereka kosong, namun ada aura aneh yang terpancar.)
__________________________________
[ ๐ป๐ฆ๐๐๐ ๐๐ช๐๐ฅ๐ ]
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Di meja kerjanya, ๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ menunjukkan tangannya ke atas, dengan ekspresi serius yang tiba-tiba) Dan, yap! Petualangan Ciestte yang sesungguhnya akan dimulai!
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Tapi, sebelum kita melangkah lebih jauh, kita harus menceritakan dulu kisah masa lalu ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐. Mungkin bakal panjang, jadi butuh beberapa chapter.
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: Oh iya, itu artinya Ciestte pergi ke dimensi A???.dan A??? adalah karakter utama di komik ku sebelumnya, dan ada 2 karakter (utama) lagi.
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menghela napas panjang, mengusap wajahnya) Ini harusnya menjadi prolog, bukan chapter 1๐ฎโ๐จ... Tapi ya sudahlah, sudah terlanjur juga. Aku kan authornya, suka-suka aku! โ๐ ๐ข ๐ฌ๐ข๐ญ๐ชโ suka-suka kalian!
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ selesai mengerjakan komik miliknya. Dia bangkit dari meja kerjanya yang berantakan, meregangkan tubuh, lalu berjalan ke kamarnya untuk memainkan ponselnya.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menghela napas lagi) Apa ya kelanjutan untuk komik ku?
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Melihat ke langit-langit, matanya kosong) Apa yang harus ku lakukan?
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menggumam, penuh keraguan) Apa aku punya ide bagus untuk membuat komik? Atau aku memang tidak berbakat dalam membuat komik ini?
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Menggelengkan kepala, mencoba mengusir pikiran negatif) Ya sudahlah, mungkin membuat komik bisa menenangkan pikiran ku.
(Jam ponsel di samping tempat tidurnya menunjukkan 25:00.)
๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ: (Melirik sekilas ke ponselnya, mengerutkan kening sedikit, tapi kemudian mengabaikannya. Kelelahan menguasai dirinya.) Hah, kayaknya ada yang salah? (Tidak memperdulikan waktu yang aneh itu.) Kayaknya aku kurang tidur. Lebih baik aku tidur ๐ด
(๐๐๐ฏ๐๐ง๐ฃ๐ฉ๐ฎ ambruk ke tempat tidurnya, tertidur pulas, meninggalkan ๐พ๐๐๐จ๐ฉ๐ฉ๐ sendirian di dimensi A???, dan sebuah jam ponsel yang terus berdetak melampaui batas wajar.)