Jangan Lupa Vote dulu sebelum baca yes? Happy Reading ***** Maghia baru saja sampai di rumah. Wanita itu melempar sepatu Marry jane hitamnya ke sudut ruangan, melempar tas selempangnya ke sofa dengan sembarangan. Bodo amat lah kalau yang punya rumah marah. Toh, kalau rumah berantakan dia juga yang beresin. Barry 'kan cuma bisa ngomel sambil nyuruh-nyuruh. Lagipula, perutnya sudah kelaparan jadi urusan rapi-rapi bisa belakangan. Saat melangkah menuju dapur, Maghia melirik kamar Barry. Telihat cahaya dari celah pintu. Jam segini udah masuk kamar, memang dia enggak lapar apa? Maghia melangkah pelan-pelan untuk membuka kulkas. Yaahh!!! Perempuan itu berseru dengan kecewa. Kulkas sebelah kiri yang menjadi bagiannya kosong, cuma ada air putih dan tomat yang sudah kisut di pojokan. Memang

