Bagian dua belas

1740 Words

Jangan Lupa Vote dulu sebelum baca yes? Happy Reading ***** "Ma-ma... maafin Barry, Ma. Kumohon... jangan pukul lagi, Ma." Barry yang saat itu berumur delapan tahun memohon kepada ibunya yang mengayunkan ikat pinggang dan menyabetinya dengan membabi buta. "Dasar anak keras kepala! Tidak tahu diuntung! Mama tunjukin ke kamu kehidupan orang miskin, bukan supaya kamu berteman sama mereka, tapi supaya kamu tahu bagaimana sia-sianya hidup kalau jadi orang miskin. Bikin malu orangtua aja!" Setiap kali sabetan tanpa belas kasihan itu mengenai tubuhnya yang kurus, keluar rintihan yang menyayat hati dari mulut Barry. "Maaf, Ma. Aku salah, aku enggak akan berteman lagi sama mereka. Maaf, Ma." Barry merintih. Badannya meringkuk dan terus bergerak-gerak gelisah. Arrghh!!! Rintihan Barry beru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD