Part 33 Revisi

1017 Words

"Yang bercanda duluan kan kamu! kemarin kamu bilang kita pasangan, sekarang kakak adik! Besok apa? Hoax? Nggak kenal?" Maghia yang tadinya terlihat santai berteriak dengan  kesal. Air mata menggenangi pelupuk matanya. Kenapa sih, orang ini selalu seenaknya? Kalau memang menyesal jadiin Maghia pacar 'kan bisa ngomong baik-baik, nggak usah bikin drama murahan. Untung dia belum terbang tinggi, jadi nggak sakit-sakit banget waktu didorong sampai jatuh. Barry mengusap wajah dan menarik napas dalam-dalam. Pria itu menyesap kopinya, ekspresi wajahnya kelihatan muram. Dia bisa melihat masa depannya dengan jelas, siapa sangka ucapan Maghia yang dia anggap bodoh bisa jadi kenyataan. Seumur hidup, dia harus mengurus perempuan itu sebagai adik, bukan pasangan. Sial! "Ya udah kalau kamu nggak mau! S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD