"Tadi aku menelepon Barry, katanya dia pergi ke Palembang ya, memangnya ada urusan apa?" tanya Merry pada Harris, sesampainya wanita itu di cafe teh yang didekorasi dengan interior warna emas dengan kaleng-kaleng, teko dan cangkir teh yang dipajang dengan cantik. Rencananya, Merry mengajak Barry untuk ngeteh sore menikmati aroma amour de the, dengan beberapa potong eclair dan Macaroon. Tanpa sepengetahuan Barry, dia juga mengundang Tsania Hadju, sebagai salah satu strategi untuk mendekatkan keduanya. Merry mau rencananya kali ini berhasil, tapi ternyata gagal lagi. "Entahlah, kamu tahu sendiri, anak itu sukar ditebak." ujar Harris sambil tersenyum. "Kok dia pergi sendiri, seharusnya kamu ikut, kan?" Sekarang ini, Merry benar-benar penasaran. Barry pergi untuk memperluas usahanya, atau

