Tsania mengibas rambutnya yang panjang. Lalu dengan usilnya dia kembali melanjutkan perkataannya. "Persis kayak majikan yang memberikan kalung untuk menandai kucing peliharaannya. Miaw!" "Siapa yang menandai? Nggak usah ngaco, ah!" Barry mengibaskan tangan dengan sebal. "Ini "kan cuma sekadar hadiah, kalau kamu mau pilih saja perhiasan yang ada disini. Biar aku yang bayar!" Setelah Barry meninggalkan toko perhiasan tersebut, Tsania segera menghampiri manajernya yang dari tadi sembunyi sambil merekam. Ekspresinya terlihat semringah. Strateginya sangat sederhana, setelah diedit, manajernya akan mengirim video tadi ke akun gosip. Pasti jadi viral, ngalahin berita pelakor yang dijorokin anak kandung sugar daddy-nya. Kalau sudah begitu, kan. Namanya jadi bahan omongan lagi. Dalam beberapa

