Rasa Sakit yang Menyebalkan

2598 Words

Eka menarik selimut di mana Winda sedang bergelung dengan sekuat tenaga hingga selimut itu tersibak ke lantai. "Can you stop acting like this?" tanya Eka. Winda menghela napas dan membalikkan tubuhnya, memilih untuk memunggungi Eka. Bukan karena ia tidak mau melihat adiknya, tapi karena ia tidak mau Eka memandangnya dengan tatapan kasihan. Ia yakin lingkaran di bawah matanya sudah menghitam dan wajahnya suram karena bersembunyi di kamar ini selama dua hari penuh. Celana tidurnya lebih terasa longgar dari biasanya dan suasana hatinya semakin menjadi lebih buruk setiap menitnya. “Come on, Kak. Kau harus keluar dari kamar ini. Profesor Salman sudah menelepon berkali-kali menanyakan kapan kau akan kembali mengajar." “Go away, Eka," gumam Winda. "Sampai kapan kau mau bersembunyi di kamar i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD