Sebuah Keputusan

2630 Words

Winda mengangkat panggilan tersebut dengan sangat tidak bersemangat. "Halo.” ucapnya. "Apa yang kau pikir sedang kau lakukan, Winda?" Tanya Susi dengan kemarahan yang tidak ditahan-tahan. "Aku sibuk, Ibu," jawabnya acuh. "Kau baru saja menghancurkan sekali lagi kesempatan yang telah kubuat!" Ucapan Susi memicu amarah dalam dirinya dan Winda menjawab, "Aku tidak pernah memintanya, Ibu!" "Besok, kau pergi temui James dan berikan alasan yang masuk akal atau aku akan pastikan kariermu selesai, Winda!” "Kau tidak bisa mengancamku, lbu! Aku  tidak takut kehilangan pekerjaanku." Susi terdiam selama beberapa saat dan Winda dapat merasakan amarah menyala-nyala dari seberang sana. "Bagaimana dengan pria muda itu?" Tanya Susi kemudian. Winda menelan ludahnya dan berkata dengan suara parau

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD