bc

VINLARD THE LAST OF HEIR (INDONESIAN)

book_age12+
10
FOLLOW
1K
READ
billionaire
self-improved
heir/heiress
tragedy
twisted
mystery
genius
highschool
slice of life
love at the first sight
like
intro-logo
Blurb

SINOPSIS

Menjadi satu-satunya pewaris dari keluarga Vinlard, Sin memilih mengelola Vinlard Corp seorang diri. Beban yang Sin pikul sebagai pimpinan perusahaan membuatnya kehilangan kebebasan. Sejak kecil, Sin mendapatkan pendidikannya di sekolah private.

Kini usianya telah mencapai 17 tahun, keinginannya untuk pergi ke sekolah umum akhirnya tercapai. Walaupun begitu, kebebasan Sin masih dibatasi oleh kebijakan dewan direksi Vinlard Corp.

Meski tumbuh menjadi remaja yang jenius, ketidaktahuan Sin akan kehidupan sekolah umum membuatnya terjebak dalam hubungan yang rumit. Bisakah Sin memahami arti dari sebuah hubungan? Sikapnya yang tidak mempercayai orang lain membuatnya selalu terjerat dalam masalah. Mampukah Sin menyelesaikan tiap masalah yang datang padanya?

chap-preview
Free preview
Chapter 01: Akhir Kehidupan Normal
"Hampa." Itulah yang ada dipikiran aku saat semua menghilang. Gelap namun tak sunyi, suara tangisan seorang anak laki-laki jelas terdengar dari arah belakang. Benar, dibawah sorotan cahaya yang terang, berdiri seorang anak kecil mengenakan kaos merah celana putih pendek. Tanpa rasa takut dan curiga, aku perlahan mendekatinya. "Hey, kenapa kamu menangis!?" Dia tak menjawab pertanyaanku, seperti tak ada siapapun selain dirinya. Dia lalu menjerit keras seakan ia telah kehilangan segalanya. Dengan tanganku, aku mendekap pundaknya. "Tenang, semuanya akan baik-baik saja." Tangisannya perlahan-lahan berhenti. Dia lalu mengangkat wajahnya. Wajah tak berdosa seperti bayi yang baru lahir, itulah yang aku lihat. Wajahnya tidak asing, aku seperti pernah melihatnya entah dimana. Saat aku berusaha mengingatnya, ia menunjuk pintu besar yang ada dibelakangnya seperti meminta aku untuk membukanya. "Jika itu membuatnya lebih baik, akan aku lakukan," pikirku. Aku mendekati pintu itu perlahan-lahan, aku lalu mendorong pintu tersebut dengan seluruh jari kananku. Namun, pintu itu langsung bergeser hingga sedikit terbuka. "Tak dikunci?" Kebingunganku semakin bertambah ketika aku menoleh kebelakang, melihat anak kecil itu mengangguk satu kali seperti meyakinkan diriku untuk membukanya. Aku mendorong pintunya, kemudian terlihat sebuah ruangan bernuansa mewah dengan perpaduan warna merah dan emas. Dari jendela, aku melihat derasnya hujan. Aku tak tahu saat ini siang atau malam karena diluar begitu gelap. Terlihat dua pria paruh baya sedang berselisih di depan meja makan. Aku tidak dapat mendengar apa yang mereka katakan, hanya suara derasnya hujan yang dapat aku dengar. Pria misterius itu mendorong si pemilik rumah hingga terjatuh. Aku mengetahui pria yang terjatuh itu adalah sang pemilik rumah dari pakaiannya yang begitu mewah namun tidak formal, sedangkan pria yang mendorongnya itu terlihat misterius dengan pakaian taksido yang ia kenakan. Yah, walaupun itu hanya sekedar dugaanku saja untuk dapat mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Tidak berhenti disitu, setelah menjatuhkan si pemilik rumah, pria misterius itu mengambil pisau yang ada di meja makan. Disertai gemuruh petir, pria itu menusuk sang pemilik rumah tepat di perutnya. Sang pemilik rumah seperti mengatakan sepatah kata, namun tidak dapat aku dengar. setelah itu, darah keluar dari mulutnya dan langsung terbujur. Aku tidak dapat masuk ke ruangan itu, seperti ada dinding kaca yang menghalangi. Aku mencoba menyelamatkannya, namun sekuat apapun aku memukul kaca itu, aku tidak dapat menghancurkannya. Seorang wanita paruh baya datang berlari sambil menangis, ia langsung memeluk sang pemilik rumah yang sudah bersimbah darah. Aku menduga bahwa wanita itu adalah istrinya. Sekali lagi, itu hanya dugaanku saja. Pria itu mendekat lalu menampar wajah wanita tersebut hingga tersungkur, setelah sebelumnya wanita itu mengatakan sesuatu yang tidak dapat aku dengar sedikitpun. Wanita itu segerah bangkit, kemudian ia mengangkat roknya dan mengambil pistol yang ia simpan di paha kanannya. Ia menodongkan pistol ke arah pria itu. Namun, dengan cepat pria misterius itu menendang pistolnya hingga terpental ke arahku. Anehnya, pistol itu mampu menembus dinding kaca yang menghalangiku seakan tak ada apapun. Sehingga membuat pistol itu dapat menyentuh kakiku. Wanita itu menendang kaki kiri pria tersebut sebelum kaki kanannya menyentuh lantai, sehingga pria misterius itu jatuh tersentak.  Setelah ia menjatuhkan pria misterius itu ke lantai, wanita itu segerah mengambil pisau yang masih tertancap di perut suaminya lalu mengayunkannya dengan kedua tangannya. Ia berusaha menusuknya, namun pria misterius itu mencoba menahannya. Tenaganya tidak cukup kuat untuk melawan tenaga pria, justru situasinya menjadi terbalik. Pria misterius itu membalikan posisinya dan menyerang balik wanita itu Didepan mataku, aku melihat semuanya. Aku mengambil pistol yang terpental ke arahku tadi. Dengan tanganku yang gemetaran, aku mencoba menembak dinding kaca itu. "DOARRRRRRR." Ternyata dinding kaca itu retak, aku mencoba menembak lagi terus menerus sampai pelurunya habis. Aku mencoba menarik pelatuknya sekali lagi. Namun tak ada lagi peluru yang keluar, hanya menyisakan dengungan di telingaku akibat peluru yang kutembakan sebelumnya. Walaupun aku sudah menghabiskan pelurunya, dinding tersebut hanya menyisakan lubang bekas peluru yang aku tembakan. Aku masih tidak dapat memecahkannya. "Jangan!" Terdengar suara wanita paruh baya itu dari lubang yang aku buat. "Kumohon!" Aku terus memukul dinding kaca yang menghalangiku ini dengan sekuat tenaga, hingga tanganku berlumuran darah terkena serpihan kaca. "Tolooong!" Tak ada yang bisa aku lakukan, aku menunduk dan memejamkan mata menahan amarahku. Aku tidak sanggup menolongnya. "KRIIIING . . . KRIIING . . . KRIIING." Aku terbangun dengan terkejut dan tanpa sadar air mataku mengalir begitu saja. Selang beberapa detik setelah aku mematikan alarmnya, seseorang membuka pintu kamarku. Aku tidak tahu apa dia telah mengetuk pintu sebelumnya, suara alarm yang aku pasang sangat keras hingga tak dapat mendengar suara dari luar. "Kenapa tuan masih di ranjang, apa tuan lupa hari ini adalah hari pertama tuan masuk sekolah umum?" Tanyanya dengan melangkah masuk dan langsung membuka tirai. Benar, dia Mary. Salah satu pelayan yang tinggal bersamaku. Dia adalah maid dari keluarga yang melayaniku sejak aku lahir sampai saat ini. Meski aku telah mengenalnya sejak lama, namun kepribadiannya masih tidak bisa aku tebak. "Tidak, aku ingat." Aku mengusap air mataku yang aku sembunyikan. Kemudian segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi. Namaku Vinlard Sin, saat umurku 7 tahun, aku kehilangan ayah dan ibuku. Anak kecil yang berada dimimpiku itu tak lain adalah diriku sendiri. Tragedi itu terjadi 10 tahun lalu. Aku tidak begitu ingat karena saat itu aku mengalami syok berat. Namun belakangan ini, mimpi itu selalu menghantuiku dan semakin lama semakin jelas. Hasil penyelidikan polisi menyimpulkan bahwa, pamanku yang membunuh kedua orangtuaku karena menginginkan harta dan kedudukan mereka. Aku tidak percaya, orang yang merenggut ayah dan ibuku adalah pamanku sendiri. Paman adalah orang yang selalu menemani aku ketika aku kecil dulu, ia juga selalu memberikan apa yang aku inginkan. 10 tahun yang lalu ketika insiden itu terjadi..... Di malam itu, aku membunuh pamanku dengan kedua tanganku. Dalam derasnya hujan di malam hari, aku meratapi semua yang telah terjadi. Namun bukan perasaan menyesal yang aku rasakan setelah membunuh pamanku, melainkan perasaan kepuasan karena telah membalaskan dendam mereka. Saat polisi tiba, mereka menghujaniku dengan banyak pertanyaan, lalu aku mengatakan yang sebenarnya kepada mereka. Mereka lalu menganggap yang aku lakukan adalah pembelaan diri bukan tindak kejahatan. Polisi kemudian membawaku ke rumah sakit untuk memeriksa kondisi psikisku. Dokter yang memeriksaku menyarankan untuk menginap selama seminggu untuk menyembuhkan trauma yang aku alami, aku menolaknya karena aku ingin mengadakan pemakaman orang tuaku segerah. Setibanya di rumah, aku disambut oleh dua pelayan yang mengabdi pada keluargaku. Seorang pria berkacamata mengenakan jas berekor dengan tubuh besarnya yang membuatnya terlihat sangat dapat diandalkan. Lalu seorang perempuan berambut pendek mengenakan costum maid yang terlihat cukup terbuka. Mereka berdua adalah Apholo dan Mary, dua pelayan yang dipercaya oleh orang tuaku. "Selamat datang tuan muda," sapa mereka secara bersamaan seraya menundukkan kepala mereka. Tanda penghormatan yang mereka berikan pada majikannya. "Berdasarkan surat waris yang ayah tuan titipkan pada saya. Mulai hari ini, seluruh kekuasaan yang dimiliki tuan besar akan diberikan kepada tuan muda. Yang artinya, tuan muda memiliki kekuasaan atas semua harta kekayaan tuan besar sekarang. Dan mulai saat ini juga, tuan muda adalah majikan satu-satunya kami. Kami bersumpah akan mengabdikan hidup kami untuk tuan muda," ujar Apholo setelah mereka memberikan penghormatan padaku. Aku terdiam mengamati sekeliling. Polisi yang datang melakukan penyelidikan sudah tidak ada, namun mereka memasang garis kuning pada area ruang makan. Sepertinya mayat orangtuaku telah dibawa untuk dilakukan outopsi. "Kalau begitu. Apholo, Mary, perintah pertama yang akan aku berikan kepada kalian adalah persiapkan upacara pemakaman yang layak untuk orangtuaku. Setelah jenazah mereka datang segera undang kenalan orang tuaku!" Suruhku. "Baik!" Saut mereka secara bersamaan. Vindlard Corp adalah perusahaan pengembangan teknolog modern yang didirikan oleh keluarga Vinlard sekaligus dipimpin oleh ayahku. Saat ini telah banyak teknologi modern yang sangat berguna dalam berbagai aspek kehidupan di berbagai negara berhasil diciptakan. Selain pemimpin negara serta orang-orang yang bekerja dibawah kekuasaan keluarga Vinlard, bertemu dengan keluarga Vinlard itu mustahil. Ini adalah kisah seorang anak dari keturunan keluarga Vinlard yang berhasil selamat dari insiden tersebut.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

I Love You Dad

read
296.8K
bc

Marriage Not Dating

read
563.8K
bc

Love Me or Not | INDONESIA

read
574.4K
bc

SEXRETARY

read
2.3M
bc

Sweet Sinner 21+

read
879.7K
bc

Om Bule Suamiku

read
8.9M
bc

My Husband My CEO (Completed) - (Bahasa Indonesia)

read
2.2M

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook