Aku menatap Aric dengan kedua tangan di pinggang, siap untuk memarahinya. Tadi Pinka menghubungiku dan mengatakan bahwa Aric sedang merusuhi Pinka yang hendak kencan dengan Revan. Padahal Aric bilang kepadaku jika dirinya sedang sibuk dengan tugas dan tidak bisa pergi menemaniku ke mal. Tapi, bisa-bisanya dia malah main ke tempat Pinka. “Gue bisa jelasin,” kata Aric buru-buru sebelum aku sempat mengatakan sesuatu. “Jelasin apa?” tanyaku melotot kesal ke arahnya. Aric berjalan ke arahku dengan langkah lebar. Dalam sekejap dia sudah berada di hadapanku. “Gue ke sana buat ngerjain tugas seperti yang gue bilang tadi,” katanya lagi. “Oh ya?” kataku meragukan ucapannya itu. Aric mengangguk manta
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


