Ekstra part : Tentang Lula dan segala hal yang membuatnya bahagia

1231 Words

                Aku menatap Aric dengan kedua tangan di pinggang, siap untuk memarahinya. Tadi Pinka menghubungiku dan mengatakan bahwa Aric sedang merusuhi Pinka yang hendak kencan dengan Revan. Padahal Aric bilang kepadaku jika dirinya sedang sibuk dengan tugas dan tidak bisa pergi menemaniku ke mal. Tapi, bisa-bisanya dia malah main ke tempat Pinka.                 “Gue bisa jelasin,” kata Aric buru-buru sebelum aku sempat mengatakan sesuatu.                 “Jelasin apa?” tanyaku melotot kesal ke arahnya.                 Aric berjalan ke arahku dengan langkah lebar. Dalam sekejap dia sudah berada di hadapanku. “Gue ke sana buat ngerjain tugas seperti yang gue bilang tadi,” katanya lagi.                 “Oh ya?” kataku meragukan ucapannya itu.                 Aric mengangguk manta

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD