Bab 43

2031 Words

    “Temenin gue dong.”      “Ke mana?” tanyaku menoleh ke arah Winni yang sedang duduk di sampingku.     “Mal. Nyari baju,” jawab Winni tersenyum lebar.     “Kapan?" tanyaku seraya menunduk, mengikat tali sepatuku.     “Nanti malem. Lo nggak ada acara kan?” tanyanya memastikan jika nanti malam aku tidak ada rencana lain.     Aku menegakkan badan, lalu menoleh ke arah Winni yang berada di sampingku. “Nggak ada kok. Oke gue temenin,” jawabku. Mungkin aku juga bisa sekalian belanja baju atau sepatu. Setelah masalah berat yang kuhadapi beberapa waktu lalu, aku rasa aku layak mendapatkan hadiah beruba barang yang kuinginkan, ya meskipun beli sendiri, sih.     “Nanti malem gue jemput jam setengah tujuh, ya?” kata Winni.     Aku mengangguk menyetujui.     “Ngomong-ngomong, Aric nggak ada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD