Revan: Pinka di mana? Lula: Mana gue tahu. Revan: Cariin, gih. Lula: Nggak mau. Revan: Dia lagi ngambek sama gue. Lula: Itu bukan urusan gue, Rev. Revan: Nanti kalau Aric ngambek gantian gue bantuin cariin dia. Gih, cariin Pinka. Revan: Oh, ya, jangan bilang ke Aric kalau Pinka lagi ngambek sama gue. Bisa-bisa gue disantet sama dia. Aku menggaruk telinga kiriku yang terasa gatal. “Yang punya masalah lo, kenapa jadi gue yang repot?” gumamku menatap layar ponsel. “Siapa, sih?” “Revan,” jawabku menoleh ke arah Winni yang sedang sibuk mencari buku di salah satu rak di perpustakaan. “Dia nyuruh gue buat cariin Pinka.” “Emang Pinka ilang?” Winni menatapku bingung. Aku mengangkat kedua bahuku. “Tau, deh,” jawabku. Kurasakan pons

