Episode 2
pernikahan
ke esokan harinya di sebuah rumah ,di kediaman Bram Wilantara
" saya terima nikahnya Aprilia Yuswandari binti Bram Wilantara dengan maskawin tersebut dibayar tunai"
akhirnya Aprilia dan Bagas kini telah sah menjadi suami istri tapi bukan kebahagiaan yang ada di wajah Aprilia malah Aprilia merasa begitu sedih melihat keadaan ayahnya yang sekarang seharusnya sekarang ayahnya masih berada di rumah sakit tapi ayahnya bersikeras untuk pulang dan segera meresmikan Aprilia dan Bagas
kini para saksi dan penghulu telah pergi tinggallah Aprilia Bagas dan juga pak Bram di rumah itu
" yah , April sudah menuruti keinginan ayah " ucap April menahan airmata yang terbendung di kelopak matanya
" sekarang kita pergi ke rumah sakit lagi ya , pasti papa akan lebih cepat sembuh jika di rawat di rumah sakit "
" untuk biayanya ayah tidak perlu khawatir April akan berusaha mencarikan uangnya , asal ayah mau berobat April pasti bisa " April berusaha meyakinkan ayahnya agar mau pergi ke dokter karna sejak tadi bukan membaik tapi keadaan ayahnya malah semakin buruk
sementara Bagas sedang lewat di depan kamar pak Bram ia melihat Aprilia begitu sedih hingga membuat hatinya terenyuh tapi tidak ada yang bisa ia lakukan
" April ayah tidak apa apa nak , kalau pun ke rumah sakit ayah juga sudah tidak kuat lagi yang terpenting sekarang jika ayah pergi kamu sudah ada yang jaga " suara Bram sudah tidak sanggup menahan sakit sambil perlahan menutup matanya
" ayah...ayah pasti kuat yah " Aprilia menangis melihat keadaan ayahnya yang sudah tidak bernafas lagi sedangkan Bagas yang sedari tadi melihat dari luar segera masuk
setelah menutup bagian kepala pak Bram Bagas terus membawa April keluar berharap April bisa lebih tenang dan ikhlas dengan kepergian ayahnya
****
kini jenazah pak Bram telah di makamkan
pak Bram meninggal 2 hari setelah kejadian tabrak lari dan meninggalnya pun pas saat setelah anaknya Aprilia Yuswandari menikah dengan Bagas Arbisatya
kini Aprilia masih terduduk diam di pojok kasurnya meratapi kepergian ayahnya ,keluarga satu satunya yang April miliki selama hidupnya
dari kejauhan Bagas datang membawa makan dan minum ke arah April
" Pril kamu makan dulu ya " ucap Bagas lembut sambil memberi sepiring makanan kepada Aprilia
bukannya menerima piring berisi makanan itu Aprilia malah menarik tubuh Bagas dan menangis di pelukan Bagas , Bagas hanya diam dengan perilaku April melihat keadaan April yang seperti sekarang Bagas hanya bisa membiarkan April menumpahkan air matanya di kemeja yang ia kenakan sambil memeluknya
Bagas menaruh piring yang ia pegang di meja kecil sebelah kasur lalu duduk di sebelah Mira yang masih menangis sambil memeluknya tapi kini kepala April berpindah ke bahu Bagas
" kamu makan dulu ya " ucap Bagas lagi sambil mengelus kepala April yang masih tertunduk di bahunya
" jangan bersedih aku akan menjagamu seperti ayahmu " ucap Bagas mencoba menenangkan April
April yang mendengar suara Bagas langsung bangun dan menyadari yang sedari tadi ia peluk adalah Bagas seseorang yang baru ia kenal namun kini telah menjadi suaminya
"m...maaf " ucap April sembari menjauh dan mengelap airmatanya